Langsung ke konten utama

Featured Post

Qatar FIFA world cup Match Schedule

QATAR FIFA WORLD CUP SCHEDULE 2022

Kisah Pilu 3 Yatim Piatu Hidup di Gubuk, Jadi Tukang Buat Sapu Lidi untuk Bertahan

 



Kisah Pilu 3 Yatim Piatu Hidup di Gubuk, Jadi Tukang Buat Sapu Lidi untuk Bertahan


Kisah Pilu 3 Yatim Piatu Hidup di Gubuk, Jadi Tukang Buat Sapu Lidi untuk Bertahan


Kisah pilu datang dari tiga anak yatim piatu yang berjuang hidup usai ditinggal kedua orangtuanya. Mereka banting tulang untuk bertahan hidup. Sehari-hari mereka cuma bisa bekerja sesuai dengan apa yang bisa dikerjakan.


Tak jarang, mereka juga kelaparan bila tak mendapatkan penghasilan. Hidupnya makin miris karena mereka tinggal di sebuah gubuk tak layak.



Ditinggal Meninggal Ayah dan Ibu

Fatmawati dan dua adiknya merupakan yatim piatu yang menjalani kehidupan dengan serba keterbatasan. Ayah mereka meninggal dunia sejak 2 tahun lalu. Sementara sang ibu sudah terlebih dahulu kembali ke pangkuan sang pencipta.



"Tidak ada Ayah dan Ibu, 3 anak yatim piatu ini mencoba berjuang sendiri demi bisa bertahan hidup," tulis keterangan seperti nampak dalam unggahan akun Instagram @rumahyatim.




kisah pilu 3 yatim piatu hidup di gubuk jadi tukang buat sapu lidi untuk bertahanInstagram/rumahyatim©2021 Merdeka.com


"Mereka membuat sapu lidi untuk dijual, dan pilunya mereka hanya bisa mendapat uang 20 ribu/minggu," tulis keterangan dalam unggahan.



Sering Kelaparan dan Tinggal dalam Gubuk Tak Layak

Penghasilan yang begitu minim membuat ketiga anak yatim piatu ini seringkali mengalami kelaparan. Saat ini mereka juga tinggal dalam sebuah gubuk yang tidak layak huni.


kisah pilu 3 yatim piatu hidup di gubuk jadi tukang buat sapu lidi untuk 


"Makan ya cuma sekali aja, karena ga ada lagi Pak," lirih Fatmawati seperti dikutip dari unggahan Instagram @rumahyatim.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Terbaru MUMUN

  FULL MOVIE HD VIDEO MUMUN BIOSKOP TERBARU Video Mumun klik disini

FULL VIDEO MUMUN HD

Video Full MOVIE Mumun Klik DISINI  

Seorang Ibu Penumpang Odong-odong Maut di Serang Tewas Sambil Peluk Erat Anaknya

  Seorang Ibu Penumpang Odong-odong Maut di Serang Tewas Sambil Peluk Erat Anaknya STARNEWS.site 26 Juli 2022, 15:33 WIB Editor: SILUYS SERANG, STARNEWS.site - Kecelakaan maut antara odong-odong dengan kereta api terjadi di Kampung Silebu, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (26/7/2022) Akibat kecelakaan tersebut, sembilan penumpang odong-odong tewas dan belasan orang lainnya luka-luka. Salah satu saksi mata, Hari (40) menceritakan detik-detik kecelakaan yang terjadi pada pukul 11.00 WIB itu. Saat itu, ada dua odong-odong yang melintasi rela dengan penuh penumpang. Sopir Odong-Odong yang Tertabrak Kereta Api Diamankan oleh Polisi Odong-odong pertama berhasil melewati rel. Sementara kendaraan kedua tidak sempat melintas karena sempat berhenti di tengah pelintasan hingga kereta yang melintas menghantam bagian belakang kendaraan tersebut. "Mobil odong-odong kedua itu udah ragu, tapi maksain. Padahal itu klakson kereta sudah bunyi dari jauh," kata Ha