Langsung ke konten utama

Featured Post

Qatar FIFA world cup Match Schedule

QATAR FIFA WORLD CUP SCHEDULE 2022

Kelas 1,2,3 Resmi Dihapus, Cek Tarif BPJS Kesehatan Terbaru

 

StarNews Berita

Kelas 1,2,3 Resmi Dihapus, Cek Tarif BPJS Kesehatan Terbaru

Redaksi, CNBC Indonesia

NEWS 14 July 2022 08:55

   

Ilustrasi BPJS Kesehatan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Foto: Ilustrasi BPJS Kesehatan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam waktu dekat BPJS Kesehatan akan meniadakan kelas 1,2 dan 3. Kelas tersebut akan berganti menjadi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Tahapan uji coba dari pelaksanaan tersebut juga telah dimulai di lima Rumah Sakit (RS). Bagaimana dengan iuran peserta?



"Saat ini tidak ada wacana perubahan iuran. Skema dan besaran iuran masih sama dengan sebelumnya. Mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, bahwa besaran iuran ditentukan berdasarkan jenis kepesertaan setiap peserta dalam program JKN," jelas Pps Kepala Humas BPJS Kesehatan Arif Budiman kepada CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.





Selanjutnya bagi Peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) atau pekerja formal baik penyelenggara negara seperti ASN, TNI, POLRI dan pekerja swasta, besaran iuran sebesar 5% dari upah, dengan rincian 4% dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1% oleh pekerja. Untuk perhitungan iuran ini berlaku pula batas bawah yaitu upah minimum kabupaten/kota dan batas atas sebesar Rp 12 juta.


"Jadi perhitungan iuran dari penghasilan seseorang hanya berlaku pada jenis kepesertaan PPU, pekerja formal yang mendapat upah secara rutin dari pemberi kerjanya," imbuhnya.





Kelas 1,2,3 Resmi Dihapus, Cek Tarif BPJS Kesehatan Terbaru

Redaksi, CNBC Indonesia

NEWS 14 July 2022 08:55

   

Ilustrasi BPJS Kesehatan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Foto: Ilustrasi BPJS Kesehatan (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam waktu dekat BPJS Kesehatan akan meniadakan kelas 1,2 dan 3. Kelas tersebut akan berganti menjadi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Tahapan uji coba dari pelaksanaan tersebut juga telah dimulai di lima Rumah Sakit (RS). Bagaimana dengan iuran peserta?



"Saat ini tidak ada wacana perubahan iuran. Skema dan besaran iuran masih sama dengan sebelumnya. Mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, bahwa besaran iuran ditentukan berdasarkan jenis kepesertaan setiap peserta dalam program JKN," jelas Pps Kepala Humas BPJS Kesehatan Arif Budiman kepada CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.



Selanjutnya bagi Peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) atau pekerja formal baik penyelenggara negara seperti ASN, TNI, POLRI dan pekerja swasta, besaran iuran sebesar 5% dari upah, dengan rincian 4% dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1% oleh pekerja. Untuk perhitungan iuran ini berlaku pula batas bawah yaitu upah minimum kabupaten/kota dan batas atas sebesar Rp 12 juta.


"Jadi perhitungan iuran dari penghasilan seseorang hanya berlaku pada jenis kepesertaan PPU, pekerja formal yang mendapat upah secara rutin dari pemberi kerjanya," imbuhnya.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Terbaru MUMUN

  FULL MOVIE HD VIDEO MUMUN BIOSKOP TERBARU Video Mumun klik disini

FULL VIDEO MUMUN HD

Video Full MOVIE Mumun Klik DISINI  

Seorang Ibu Penumpang Odong-odong Maut di Serang Tewas Sambil Peluk Erat Anaknya

  Seorang Ibu Penumpang Odong-odong Maut di Serang Tewas Sambil Peluk Erat Anaknya STARNEWS.site 26 Juli 2022, 15:33 WIB Editor: SILUYS SERANG, STARNEWS.site - Kecelakaan maut antara odong-odong dengan kereta api terjadi di Kampung Silebu, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (26/7/2022) Akibat kecelakaan tersebut, sembilan penumpang odong-odong tewas dan belasan orang lainnya luka-luka. Salah satu saksi mata, Hari (40) menceritakan detik-detik kecelakaan yang terjadi pada pukul 11.00 WIB itu. Saat itu, ada dua odong-odong yang melintasi rela dengan penuh penumpang. Sopir Odong-Odong yang Tertabrak Kereta Api Diamankan oleh Polisi Odong-odong pertama berhasil melewati rel. Sementara kendaraan kedua tidak sempat melintas karena sempat berhenti di tengah pelintasan hingga kereta yang melintas menghantam bagian belakang kendaraan tersebut. "Mobil odong-odong kedua itu udah ragu, tapi maksain. Padahal itu klakson kereta sudah bunyi dari jauh," kata Ha